Ini Gejala Pertama dari Kanker Usus Besar

Ilustrasi kanker usus besar.

Kanker kolorektal atau kanker usus besar merupakan penyakit ganas paling umum kedua dalam morbiditas dan kematian. Setiap tahun, ada sekitar 4500 orang yang didiagnosis menderita kanker usus besar, dan lebih dari 3000 orang meninggal karena penyakit ini.

Penyebab pasti dari kanker ini belum sepenuhnya jelas. Tetapi biasanya, kanker usus besar terjadi sebagai konsekuensi dari diet dan gaya hidup tidak sehat, faktor lingkungan, dan keturunan.

Selain itu, konsumsi berlebihan daging merah dan lemak hewan, merokok, alkohol, obesitas atau kegemukan, dan kurangnya olahraga juga turut menjadi pemicu kemunculan penyakit ini.

Kanker usus besar dapat menyerang siapa saja. Tetapi biasanya, penyakit ini terjadi pada orang-orang yang berusia antara 50-74 tahun, baik perempuan maupun laki-laki. Lalu, apa saja yang menjadi gejala dari kanker usus besar?

Ya, penyakit ini telah lama berkembang tanpa diketahui pasti penyebabnya. Pada awal perkembangannya, gejala-gejalanya tidak terdeteksi. Ketika gejala-gejalanya muncul, penyakit ini sudah berada pada stadium lanjut. Berikut beberapa gejala paling umum dari kanker usus besar.

  • Darah dalam tinja
  • Perubahan gerakan usus
  • Sakit perut
  • Anemia
  • Berat badan turun drastis
Deteksi dini (screening) kanker kolorektal dapat dilakukan pada orang sehat, yang tidak memiliki riwayat, gejala atau tanda-tanda penyakit ini. Untuk mendeteksi perubahan, biasanya paling umum terjadi polip yang terjadi pada kanker tahap awal.

Polip merupakan pertumbuhan jinak di bagian dalam perut. Dalam beberapa kasus polip, mungkin akan timbul perubahan ganas. Waktu transisi perubahan jinak ke ganas biasanya terjadi dalam beberapa tahun. Melakukan deteksi dini dan pengangkatan polip sebelum berubah menjadi ganas dapat mencegah kanker.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk deteksi dini, salah satunya dengan melakukan pengujian sampel tinja untuk mengetahui keberadaan darah yang tidak terlihat oleh mata telanjang, yang sering menjadi tanda pertama keberadaan polip atau kanker usus besar. Ini merupakan metode paling umum yang digunakan.

Semua orang yang sudah memasuki usia 50-74 tahun harus melakukan tes darah ini. Jika hasilnya positif, bukan berarti positif kanker. Pemeriksaan akan berlanjut ke kolonoskopi untuk mendeteksi penyebab perdarahan. Apakah itu popip jinak, penyakit ganas, atau penyakit lain pada usus besar. Jika tes negatif, tes darah ulang dapat Anda lakukan kembali setelah 2 tahun.

Sumber: Health Viral

0 komentar:

Post a Comment